Kemasan

Pada umumnya kemasan makanan memiliki fungsi untuk melindungi isi produk. Perlindungan tersebut guna menghindari dari bahaya bakteri yang menempel, ketumpahan atau kebocoran, kerusakan fisik, dan lain-lain. Produk yang dikemas juga banyak dipilih konsumen karena lebih terpercaya dan terjamin kualitasnya.

pof-shrink-film-plastik OLD
Kemasan

Makanan terbagi atas beberapa jenis. Baik makanan basah maupun kering. Apa pun jenisnya jika sudah menjadi produk yang akan dijual pasti membutuhkan pembungkus atau Plastik makanan. Selain bakteri, makanan kering yang tidak dikemas akan membuat tekstur menjadi alot dan akhirnya mengurangi rasa lezat.  

Makanan yang tidak dikemas juga dapat mempercepat basi atau pembusukkan. Apalagi jika produk makanan tersebut dijual ke berbagai distributor luar kota yang jaraknya jauh. Untuk menghindari kerusakan fisik saat penumpukan barang produsen mempercayakan kemasan.

Terkadang pembagian produk makanan saat pendistribusian dilakukan dengan cara melempar. Proses pelemparan tersebut dapat menindih antarproduk yang akhirnya terjadi kerusakan. Untuk meminimalisir hal tersebut selain menggunakan kemasan, produsen membuat lapisan lagi dengan box atau kardus.

Jika disuruh memilih makanan yang berkemas atau tidak sudah jelas konsumen memilih makanan yang berkemas. Dari segi kesehatan makanan yang dikemas jauh lebih baik. Anda pernah melihat makanan yang dijual di pinggir jalan tanpa dikemas? Meskipun terlihat lezat, terdapat polusi udara yang menempel ke makanan. Berbeda dengan makanan yang terkemas. Meskipun dijajakan di pinggir jalan, makanan tetap terjaga karena isi produk terlindungi dari kemasan.

Jenis-jenis Kemasan Berdasarkan Fungsi

            Berdasarkan fungsi jenis kemasan dibagi menjadi tiga, yaitu primary packaging, secondary packaging, dan tertiary packaging. Jenis kemasan ini berlaku secara umum. Tidak hanya makanan, tetapi juga bisa untuk produk lainnya.

Primary Packaging

            Jenis kemasan yang satu ini adalah material yang pertama kali bersentuhan langsung dengan isi produk. Misalnya, seperti bungkus plastik minyak, botol minum, kaleng, skin pack, wrappers, dan lain-lain.

Secondary Packaging

            Kemasan ini menjadi pembungkus kedua setelah primary packaging. Secondary packaging membungkus primary packaging. Kemasan kedua ini memiliki ukuran yang lebih besar dan mewadahi beberapa primary packaging sekaligus. Misalnya, seperi kardus atau shrink wrap. Selain itu, kantong plastik yang sering Anda gunakan untuk membawa minuman botol juga disebut secondary packaging.

Tertiary Packaging

            Tertiary packaging adalah kemasan yang digunakan untuk melindungi produk saat proses pendistribusian. Contohnya seperti container, barrel, dan lain-lain. Biasanya kemasan ini memiliki fisik yang lebih kuat dan memiliki ukuran yang besar.  

Jenis-jenis Packaging Makanan Berdasarkan Material

  • Plastik

            Penggunaan plastik dalam membungkus makanan atau minuman sampai saat ini masih menjadi pro kontra. Pasalnya, plastik memiliki zat kimia yang berbahaya untuk kesehatan tubuh. Di sisi lain, penggunaan kemasan makanan plastik sudah banyak digunakan.

plastik kemasan makanan banner

Namun, jangan khawatir kemasan plastik juga khusus tersedia untuk makanan. Pilihlah kemasann plastik yang bersertifikasi food grade. Dengan demikian, makanan aman untuk dikonsumsi. Ada berbagai macam jenis plastik dari tingkatan ringan hingga berbahaya. Jika Anda salah menggunakan bahan plastik untuk makanan dapat berakibat kanker jika dibakar.

  • Kertas

            Kemasan makanan berikutnya adalah yang berbahan dasar kertas. Meskipun kertas dibuat dari pohon, kemasan ini juga memiliki persyaratan tertentu lho. Sama halnya dengan plastik, gunakanlah kertas yang bersertifikasi food grade. Bungkus kertas juga memiliki jenis yang digabungkan dengan plastik. Seperti kertas minyak misalnya sebagai pembungkus nasi padang.

kemasan kertas

 

            Bungkus kertas tidak bisa digunakan secara sembarang. Banyak para pedagang makanan yang tidak mengetahui bahaya penggunaan kertas sembarang. Kertas sembarang yang dimaksud adalah yang sudah terdapat coretan atau tulisan, yaitu koran atau majalah. Kertas-kertas tersebut mengandung timbal yang berbahaya untuk tubuh.

  • Kaleng

            Kaleng umumnya digunakan oleh produk minuman. Pengalengan makanan atau minuman memiliki proses yang sedikit rumit. Proses pengalengan harus memiliki ketelitian agar tidak tercipta lubang pori sekecil apa pun.

kemasan kaleng

Bakteri Clostridium botulinum akan tumbuh pada makanan kaleng yang tidak sempurna pengolahannya. Hal ini juga bisa disebabkan karena kebocoran sehingga makanan tercampur oleh udara.

  • Styrofoam

            Selain plastik, penggunaan styrofoam juga sempat menuai pro dan kontra. Kemasan makanan yang dapat meredam suhu ini sangat memudahkan kita untuk mengonsumsi makanan panas atau dingin. Styrofoam juga memiliki tekstur yang sangat ringan, sehingga banyak orang memilih penggunaan kemasan makanan ini.

kemasan styrofoam

            Styrofoam ini juga sangat mengancam kebersihan lingkungan. Banyak orang yang tidak bertanggung jawab dengan membuang sampah styrofoam sembarangan. Styrofoam yang dibuang ke sungai atau perairan lainnya akan mengambang dan menumpuk di permukaan.

  • Gelas/Kaca

            Material terakhir dari kemasan makanan adalah gelas/kaca. Material ini adalah bahan yang paling aman digunakan. Material gelas/bahan juga dapat digunakan kembali jika sudah dicuci bersih. Namun, untuk membungkus makanan atau minuman produsen mengeluarkan uang cukup banyak. Karena pada dasarnya harga dari material ini mahal. Oleh karena itu, sangat jarang produsen yang menjual produk dengan material kaca.

kemasan kaca

            Ternyata kemasan makanan memiliki berbagai macam jenis. Jenis-jenis tersebut tentu dapat membantu Anda dalam memilih kemasan mana yang cocok untuk produk yang akan dijual. Jika untuk makanan atau minuman gunakanlah kemasan yang memiliki sertifikasi food grade. Karena dengan sertifikasi tersebut makanan dan minuman sudah terjamin keamanan dan kesehatannya.

            Selain melindungi produk dari berbagai bahaya, kemasan makanan juga memiliki fungsi sebagai pendeskripsian. Melalui kemasan makanan dapat tersampaikan produk apa yang dijual. Biasanya kemasan ini memiliki desain yang menarik dan lengkap. Sedangkan kemasan yang tidak memberikan deskripsi memiliki tampilan polos dan transparan.

            Kemasan polos tersebut biasanya digunakan oleh para pebisnis rumahan. Karena terbatasnya budget dan modal, maka mereka menggunakan kemasan polos dan transparan. Menggunakan kemasan tersebut memang tidak menjadi masalah. Namun, untuk bersaing dengan produk lainnya sedikit sulit karena kemasan juga dianggap sebagai penambah nilai jual di pasaran.

            Ada banyak hal yang disampaikan melalui kemasan makanan. Tidak hanya deskripsi produk secara singkat, tetapi juga ada penjelasan mengenai isi kandungan gizi, dan lain-lain. Poin-poin yang ada di dalam kemasan makanan bermaksud untuk menambah kelengkapan informasi dari produk yang dijual.

            Kelengkapan informasi tersebut nantinya akan memudahkan konsumen dalam pemilihan produk. Konsumen cerdas biasanya tidak asal membeli produk makanan, tetapi melihat deskripsi produk terlebih dahulu. Lalu apa saja ya hal yang harus ada di dalam kemasan?

Hal-hal yang Harus Ada dalam Kemasan

  1. Merek Dagang/Logo

Poin pertama ini adalah nama dagang dari perusahaan. Misalnya, Nestle atau Indofood. Kedua merek dagang tersebut sama halnya dengan sebuatan sebagai induk produk. Dari Nestle sendiri memiliki berbagai macam anak produk seperti Dancow, Milo, dan lain-lain. Begitu juga dengan Indofood Indomie, Promina, dan lain-lain.

  1. Nama Produk

Seperti yang sudah dicontohkan di atas, yaitu Nestle dan Indofood. Kedua merek dagang tersebut memiliki berbagai macam produk dengan satu nama merek dagang. Seperti nama produk Milo dari Nestle, Prominan dari Indofood, dan lain-lain.

  1. Jenis Produk

Poin ketiga adalah salah satu yang terpenting. Sebagai produsen kita harus menyampaikan jenis produk apa yang akan dijual. Biasanya deskripsi produk ini tidak hanya dijelaskan dengan tulisan, tetapi juga gambar yang menarik di sekitar kemasan. Misalnya, susu cokelat dengan penggambaran segelas susu berwarna cokelat atau keripik singkong dengan gambaran irisan singkong, dan lain-lain.

  1. Logo Halal

Poin keempat ini sebenarnya tidak terlalu wajib. Namun, bagi negara yang memiliki mayoritas beragama Islam seperti Indonesia sangat penting adanya logo halal. Logo halal ini membuat ketenangan tersendiri bagi warga Muslim karena terhindar dari berbagai bahan makanan yang diharamkan.

Logo halal juga menjadi nilai jual bagi produk. Apalagi jika ditempatkan di negara mayoritas Muslim. Produk makanan ini akan banyak dicari. Dengan demikian, pemasukan pun bertambah.

  1. Berat Netto

Berat netto adalah pengukuran atau timbangan produk Anda tanpa kemasan. Hal ini juga perlu dijelaskan kepada konsumen, meskipun memang jarang dilirik. Biasanya konsumen yang sangat teliti benar-benar tidak ingin dirugikan dari penjualan produk. Bisa kita ambil contoh salah satunya camilan ciki.

Biasanya makanan ringan ini memiliki isi yang sedikit, namun tertipu oleh kemasan yang besar. Senada dengan itu, harga yang diberikan pun mahal padahal isi produk sedikit. Hal ini tentu dianggap merugikan konsumen. Oleh karena itu, berat netto perlu dicantumkan

  1. PIRT (Perizinan)

PIRT memiliki kepanjangan dari Pangan Industri Rumah Tangga. Perizinan ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan di masing-masing provinsi. Jika produk Anda telah mendapatkan nomor sertifikat izin, dinyatakan telah lulus uji klinis dan layak untuk diedarkan. Namun sayangnya tidak semua produk bisa mendapatkan PIRT. Oleh karena itu, Anda harus memilih produk dengan tepat agar bisa mendapatkan PIRT.

  1. Penjelasan Produk

Penjelasan produk biasanya menjelaskan secara rinci manfaat atau keunggulan dari produk. Misalnya produk susu. Produsen akan memberikan informasi manfaat mengonsumsi susu hasil produksinya. Selain itu, produsen juga akan menonjolkan keunggulan produknya dari jenis yang lain, mulai dari rasa yang lebih kental, dan lain-lain.

  1. Tanggal Kadaluarsa

Tanggal kadaluarsa adalah salah satu hal yang sering dilihat konsumen saat membeli produk. Pasalnya, produk yang tidak memiliki tanggal kadaluarsa dapat berakibat fatal jika nyatanya sudah melewati batas pengonsumsian. Dampak terburuk konsumen bisa mengalami keracunan hingga kematian. Itu mengapa, tanggal kadaluarsa sangat penting untuk dicantumkan.

  1. Barcode

Kalau yang satu ini memang tidak terlalu dianggap penting oleh konsumen. Barcode digunakan sebagai sistem registrasi komputerisasi barang. Misalnya, pemeriksaan harga produk atau pemasukkan data harga, dan sebagainya.

  1. Komposisi

Komposisi adalah bagian yang menjelaskan kandungan bahan-bahan yang digunakan dalan memproses produk. Bagian ini biasanya dilihat konsumen yang memiliki suatu alergi atau menghindari olahan yang terkandung. Misalnya terdapat komposisi lemak hewani yang terlalu banyak. Konsumen bisa mengetahui dari bagian ini.

  1. Kandungan Gizi

Bagi Anda yang sedang menjalani program diet pasti sangat penting untuk melihat kandungan gizi dalam kemasan makanan. Selain komposisi, kandungan gizi juga menjadi perhatian untuk konsumen yang memiliki gaya hidup sehat. Kandungan gizi ini butuh ditampilkan untuk mencocokkan pola makan konsumen yang sangat disiplin mengatur gaya hidup sehatnya.

  1. Alamat dan Keterangan Produsen

Pencantuman alamat ini memberikan luang untuk konsumen apabila ingin menyampaikan keluhan atau masukan kepada produsen. Alamat terkadang juga dimanfaatkan oleh para peneliti atau sebagai bahan ajar siswa/mahasiswa untuk mengunjungi produsen tersebut.

            Dari berbagai penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kemasan makanan sangat penting untuk melindungi produk. Anda juga tidak perlu terlalu pusing baiknya menggunakan kemasan seperti apa karena beberapa jenis mesin press plastik cocok untuk di operaskikan. Kemasan makanan memiliki banyak jenis yang bisa Anda gunakan. Namun, tetap mengutamakan sertifikasi food grade yah!

plastik-kemasan-bg2 small

            Selain itu, perhatikan juga hal-hal yang perlu ada dalam kemasan makanan. Poin-poin penting di atas sangat bermanfaat untuk konsumen dan juga menguntungkan bagi produsen karena dapat meningkatkan daya penjualan produk.

 

 

(Zakiah)

Related Link: Manfaat Kemasan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 × 1 =