Membuat Desain Kemasan

Membuat Desain kemasan adalah sebuah kerangka estetika yang ditujukan untuk menarik perhatian konsumen. Desain kemasan juga menjadi sarana promosi untuk menarik massa agar lebih tahu tentang keberadaan produk tersebut. Sebuah desain tidak hanya dinilai dari banyaknya penggunaan warna, tetapi dari pesan tersirat yang disampaikan.

banner-plastik-kemasan-wiratech

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk desain kemasan

Pertama warna, beberapa produsen mungkin menerapkan pewarnaan pada desain kemasan produk yang berlebihan. Karena mereka menganggap memiliki banyak warna akan menarik minat konsumen. Dugaan itu sebenarnya kurang tepat, justru konsumen akan merasa aneh dengan tampilan yang berlebihan. Apalagi jika desain kemasan tidak menggambarkan isi produk.

Misalnya, Anda memproduksi kopi, namun Anda memilih warna ungu untuk desain Anda. Padahal, warna ungu dalam psikologi warna logo menggambarkan kecantikan dan kewanitaan. Tentu akan terlihat kontras bukan? Untuk memulai desain, ada baiknya Anda juga memahami berbagai penjelasan dalam memilih warna.

Warna-warna tersebut memang lebih berpengaruh pada desain logo perusahaan atau barang yang diproduksi. Namun, ternyata juga akan berpengaruh pada desain kemasan lho. Seperti logo kosmetik berwarna ungu, namun salah satu kemasannya mencampurkan dengan warna merah. Sedangkan warna merah sendiri memiliki makna yang dapat membangkitkan nafsu makan. Tentu kolaborasi warna tersebut tidak akan seimbang.

Meskipun refrensi makna warna tersebut untuk logo, Anda bisa menjadikan acuan sebagai tampilan desain kemasan produk lebih menarik. Dengan adanya bantuan makna warna, tentu Anda bisa menyesuaikan dengan jenis produk Anda.

Kedua, typografi. Typografi adalah jenis-jenis tulisan yang digunakan pada kemasan. Tidak hanya pada kemasan, penggunaan typografi juga dikenal dekat dalam dunia desain-mendesain. Percaya atau tidak pemilihan bentuk tulisan juga dapat mempengaruhi tampilan kemasan.

Pada umumnya typografi yang sering digunakan terdiri dari empat jenis yang perlu Anda ketahui, yaitu serief, san serief, script, dan dekoratif. Series memiliki ciri pada hurufnya terdapat ujung atau buntut, seperti Times New Rowman. Sedangkan san serief berbanding terbalik dengan serief, jenis tulisan ini tidak memiliki ekor setiap hurufnya, seperti Calibri.

membuat desain

Script memiliki beberapa gaya, mulai dari kasual, rapi, dan elegan. Script memiliki ciri khas dengan tulisan tangan penggunaan kuas. Biasanya jenis tulisan ini memiliki gaya huruf sambung, misalnya seperti Freestyle Script.

Sedangkan dekoratif, memiliki perbedaan dari jenis tulisan yang lainnya. Jenis tulisan dekoratif lebih bebas dan tidak ada ketentuan secara spesifik. Jenis font dekoratif pun terkadang harus diunduh. Selain keempat jenis typografi di atas, masih banyak macam lainnya yang lebih menarik. Hal tersebut dapat Anda jadikan refrensi dalam menggabungankan pewarnaan pada kemasan.

Ketiga, bentuk kemasan. Bentuk juga sangat penting lho bagi tampilan desain kemasan. Tidak hanya meluluk tentang warna dan tulisan. Selain desain, bentuk juga sering dijadikan pertimbangan para konsumen.

Biasanya produk dikemas dengan bentuk box, stand up, atau pouch. Ada hal unik lainnya yang bisa Anda kreasikan. Seperti membuat bentuk sesuai dengan isi produk atau menggabungkan karakter dengan manfaat produk. Misalnya, Anda memproduksi kuas. Saat kuas selesai digunakan, masukan lagi ke kemasan. Saat dimasukan, bulu-bulu kuas akan membentuk kumis layaknya karakter bapak-bapak.

Contoh lain seperti kemasan pada teh. Anda dapat membuat kemasan menyerupai lemari transparan dengan kantong teh yang dibentuk seperti baju yang dikaitkan dalam hanger. Saat penyajian teh pun unik, hanger tersebut dapat Anda kaitkan di pinggir gelas, sehingga tidak perlu repot lagi dengan tali teh yang seperti biasanya.

Keempat, deskripsi produk. Tanpa deskripsi produk kemasan tidak memberikan nilai jual. Deskripsi produk memberikan manfaat atau kandungan dalam sebuah produk. Jika tidak tersedia deskripsi konsumen akan kesulitan mengetahui manfaat dari produk tersebut.

Deskripsi pada produk makanan biasanya terdapat kandungan atau cara membuat makanan tersebut. Sedangkan pada produk barang biasanya petunjuk atau langkah-langkah cara penggunaan. Contoh lain pada produk kecantikan, pasti para wanita lebih melihat dampak setelah penggunaan kosmetik. Nah, hal tersebut harus dijabarkan melalui deskripsi produk.

Nah, sekarang udah tau kan cara-cara mendesain untuk membuat produk Anda lebih menarik? Jangan lupa untuk segera survey harga kemasan produk agar dapat menyesuaikan dengan budget Anda. Selamat berkreasi.

(Zakiah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × four =