Keunggulan dan Kelemahan Usaha Kecil dan Menengah  

Kelemahan Usaha Kecil

Kali ini kami akan membahas apa keunggulan dan kelemahan usaha kecil dan menengah yang mungkin bisa bermanfaat bagi para pembaca. Beberapa keunggulan yang di oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dibandingkan dengan usaha besar menurut (Partomo dan Rachman,2001) antara lain :

  1. Inovasi besar dalam tehnologi yang dengan mudah terjadi dalam pengembangan produk.
  2. Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam perusahaan kecil.
  3. Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibandingkan dengan perusahaan skala besar yang pada umumnya birokratis
  4. Terdapat dinamisme mangerial dan peranan kewirausahaan

Dan berikut ini kelemahan yang di miliki Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menurut Tambuan,2002) adalah :

  1. Kesulitan Pemasaran, hasil dari studi lintas negara yang dilakukan oleh James dan Akarasanee tahun 1988 di sejumlah Negara ASEAN menyimpulkan salah satu aspek yang terkait dengan masalah pemasaran umum di hadapi oleh pengusaha UKM adalah tekanan-tekanan persaingan, baik pasar domestik dari produk-produk yang serupa buatan pengusaha-pengusaha besar dan impor, maupun di pasar ekspor.
  2. Keterbatasan Finansial, UKM di Indonesia menghadapi dua masalah utama aspek finansial antara lain modal (baik modal awal maupun modal kerja) dan finansial jangka panjang untuk investasi yang sangat di perlukan untuk pertumbuhan output jangka waktu panjang.
  3. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) juga merupakan salah satu kendala serius bagi UKM di Indonesia, terutama dalam aspek-aspek kewirausahaan, manajemen, tehnik produksi, pengembangan produk, contoh kualitas, akuntansi, mesin-mesin, organisasi, pemrosesan data, tehnik pemsaran, dan penelitian pasar. Semua keahlian tersebut sangat diperlukan untuk mempertahankan atau memperbaiki kualitas produk, meningkatkan efisiensi dan produktifitas dalam produksi, memperluas pangsa pasar dan menembus pasar baru.
  4. Masalah bahan baku dan input-input lain juga sering menjadi salah satu masalah serius bagi pertumbuhan output atau kelangsungan produksi bagi UKM di Indonesia. Terutama selama masa krisis, banyak sentra-sentra Usaha Kecil dan Menengah seperti sepatu dan produk-produk textile mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku atau input lain karena harganya dalam rupiah menjadi sangat mahal akibat depresiasi nilai tukar terhadap dollar AS.
  5. Keterbasan tehnologi menjadi penghambat bagi para penggiat usaha UKM, berbeda dengan Negara-negara maju, UKM di indonesia masih menggunakan tehnologi tradisional dalam bentuk mesin-mesin tua atau alat-alat produksi yang sifatnya manual. Keterbelakangan tehnologi ini tidak hanya mambuat rendahnya jumlah produksi dan efisiensi di dalam proses produksi, tetapi juga rendahnya kualitas produk yang di buat serta kesanggupan bagi UKM di Indonesia untuk dapat bersaing di pasar global. Keterbatasan tehnologi di sebabkan oleh banyak faktor seperti keterbatasan modal investasi untuk membeli mesin-mesin baru, keterbatasan informasi mengenai perkembangan tehnologi, dan keterbatasan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan mesin-mesin baru.

(dn)